Jumat

Syajarotul Yaqin


Bilangan 10 adalah terdiri dari angka 1 dan 0. Satunya adalah ruhani dan Nolnya adalah jasmani. Kita berhitung diawali dari 1 dan kalau mengaji diawali dari ALIF.

Alif fat-hah A = Aku.
Alif kasroh I = Yo iki.
Alif dlommah U = Yo iku.
A-I-U sama dengan Aku Iki Urip, begitulah maknanya. Kalau didalam kitab Daqo-iq dikatakan SYAJAROTUL YAQIN atau kayu urip. Sedangkan kalau di baiatan ‘amaliah disebut KAYU ANJIR.
Angka 10 dimana sesuai makna huruf dalam kalimat Bismillahirrohmanirrohim (dengan background hitam ( ketiadaan ) dan tulisan putih ) , dimana lambang tersebut kita urai berdasarkan unsurnya :
 
Lambang :
1 : RUHani ( isi / NURULLOH / Laa ilaha ilallah – ke-tauhid-an )
0 : Jasmani ( Wadah /Jasad / Warongko / Muhammad – ke-masyarakat-an)
 
1 = Ruhani memang asalnya dari SONO ( mahluk diluar dunia ) kehidupan alam malakut, dan Ruhani sudah ber BAI'AT ( berjanji ) kepada Allah sesuai dengan alqur'an Alastu birobbikum ( bukankah AKU ( Allah ) tuhanmu , kemudian jawab RUH , benar ENGKAU adalah tuhanku , kemudian RUH berjanji kepada ALLAH kalau engkau nanti diturankan kedunia apa janjimu " Tidak aku ciptakan JIN dan manusia kecuali hanya beribadah kepadaMU " itulah janji RUHani kepada Allah dialam malakut sebelum RUPA Manusia ada ( masih dalam proses ).
 
0 = Jasmani unsur pembentuk dari dunia yg terdiri dari ( api ,air, angin, dan tanah ) yg dikumpulkan oleh malaikat atas perintah Allah. kemudian diberi bentuk seperti wujud sekarang ini jadilah manusia. yg terdiri dari huruf ( mim ha mim dal ) tetapi ada MIM rahasia yaitu MIM yg ditasjid ( yg tidak maujud /ghoib )
" WALAQOD KHOLAQOKUM TSUMMA SHOWWARNAKUM TSUMMA QULNAA LILMALAA-IKATISJUDUU LI – AADAMA "
artinya " Dan sungguh2 AKU telah menciptakan kamu semua , kemudian membuat RUPA KAMU ( showwarnakum ) , kemudian aku dawuh kepada malaikat :Sujudlah kepada Adam. "
 
Setelah bayi berusia 40 hari ( ada yg mengatakan 120 hari ) maka dikirim lah RUHani ke bayi tersebut sehingga terjadilah kehidupan. karena pada umur 40 hari sudah ada kehidupan pada janin. Sehingga dari kejadian tersebut didalam DIRI MANUSIA , ada 2 kehidupan yaitu kehidupan JASMANI dan kehidupan RUHANI, dan 2 kehidupan ini yg mempergaruhi tata cara hidup manusia.
 
Karena kehidupan manusia di dunia maka JASMANI akan dominan terhadap RUHANI, hidupnya JASMANI adalah hidupnya sandaran, sedangkan sebenarnya yg hidup itu adalah RUHANI , tatkala RUHani meninggalkan jasmani maka terjadi KEMATIAN. tetapi kehidupan Ruhani terkurung oleh jasmani karena kita semua memang hidup didunia, kecuali pada saat KEMATIAN MAKA RUHANI BEBAS LEPAS dari kurungan jasad.
 
Jasmani yg bahan dasarnya dari dunia mempunyai kecenderungan untuk lebih menyukai dunia yg fana , sedangkan RUHANI yg asalnya dari (di luar sono/malakut ) mempunyai kecenderungan suka akan kehidupan malakut ( KETUHANAN ).
 
Dua kehidupan ini lah saling mengguasai dan memperngaruhi manusia, selama manusia dikuasai oleh jasmani maka orang tersebut mempunyai kecenderungan untuk suka dunia dan melupakan akan KETUHANAN ( karena asik dengan dunia ) dan sebaliknya selama orang tersebut dikuasai dengan RUHANI nya maka orang tersebut akan mempunyai sifat ketuhanan( sifat jati diri manusia ) .
 
Tarik menarik antara jasmani dan ruhani inilah yg banyak menjadi ceritera manusia karena akan memperngaruhi tabiat dari manusia tersebut, kita dikuasai jasmani atau ruhani.
 
Jadi Jasmani kita adalah salah satu bentuk hijab kita juga karena dibalik ini semua Allah menciptakan jasmani ternyata mempunyai sifat SENANG AKAN DUNIA ( Cinta dunia ).
 
Beruntunglah manusia-manusia yg bisa mengendalikan jasmaninya, sehingga dalam kehidupannya ruhani yg mengendalikan jasmani dan tidak sebaliknya ? atau kehidupan Ruhani terkurung oleh jasmani ?
 
Pada saat MUJAHADAH ada kalanya Ruhani kita lepas MERDEKA DARI KURUNGAN jasmani, sehingga kita merasakan kehidupan malakut, nikmat, semua tersedia, tidak perlu mencari -cari kebutuhan jasmani , karena semua tersedia dan telah disediakan oleh Allah.
 
Kebutuhan Jasmani dipenuhi dengan segala sesuatu yg ada dari dunia yaitu aktifitas kita seperti makan dan minum mencari rejeki , disamping itu kebutuhan RUHani kita juga harus dipenuhi kalau kita tidak memenuhi kebutuhan RUHani maka kita tidak bisa menerima dan menangkap NURULLAH yg selalu terpancarkan dimuka bumi ini ?
 
Ruhani inilah yg harus dihidupkan kl ruhani tidak dihidupkan seperti orang hidup tetapi sesungguhnya kita2 ini mati ( seperti kuburan yg berjalan – al hadist ), untuk itulah ruhani ini harus dihidupkan dan cara untuk menghidupkan hati adalah dengan makanan2 berasal dari alam malakut yaitu tasbih, tahlil , tahmid, baca alquran, sholat ,dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar