Rabu

Tuhan Uang

Pada jaman sekarang, semua orang tidak bisa hidup tanpa uang. Tidak pandang bulu mereka itu petani di pedalaman atau para pekerja kota, buruh atau majikan, ustadz ataupun kyai, biarawan ataupun pendeta. Tanpa uang, orang tidak akan bisa memenuhi kebutuhan akan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, rekreasi, sosial dan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Kalau memiliki uang, orang merasa memiliki kebebasan untuk pergi ke mana saja ia mau, membeli apa saja yang ia suka, melakukan apa saja yang ia inginkan. Tanpa uang orang juga tidak bisa berbuat kebaikan. Untuk membantu orang miskin pun dibutuhkan uang. Jadi, uang begitu penting bagi hidup kita.

Daya Tahan di Tengah Tantangan


Ada banyak tantangan menghadang di depan mata. Ada bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami. Ada berbagai bentuk kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia seperti kerusakan alam, luasnya kemiskinan dan kerusakan hidup bersama karena fundamentalisme agama. Pada lingkup keluarga dan hidup pribadi, Anda bisa menambahkan sendiri berbagai tantangan yang Anda sendiri hadapi. Misalnya, tantangan untuk mencapai cita-cita, tantangan dalam perjuangan untuk bertahan hidup, tantangan dalam mewujudkan keutuhan keluarga, tantangan untuk merealisasikan nilai-nilai luhur kehidupan, dan seterusnya.
 
Untuk bisa berhasil dalam hidup di tengah berbagai tantangan dibutuhkan kualitas ketahanan batin. Agar kita bisa makan, kita harus bekerja. Untuk mencapai keberhasilan dalam hidup, kita perlu belajar untuk tidak takut gagal. Untuk bisa hidup sejahtera, kita perlu belajar agar tidak takut hidup miskin. Untuk bisa hidup efektif di tengah dunia, kita perlu belajar untuk tidak

Pen - Sucian

Acuan dalam pengamalan tarekat bertumpu kepada tradisi dan akhlak nubuwah (kenabian), dan mencakup secara esensial tentang jalan sufi dalam melewati maqom-maqom dan aturan tertentu. Setelah ia tersucikan jasmaniahnya, kemudian melangkah kepada aktivitas aktivitas, yang meliputi:

Rasa

TALI RASA
Manusia memiliki alat yang kasar dan yang halus. Yang halus tidak dapat dilihat oleh panca indra mata tetapi sangat lengket diantara keduanya, sehingga dapat menyebabkan panca indra bisa bekerja masing-masing dan inilah yang disebut dg Tali Rasa ( Syaraf Bathin )
Tali rasa bisa bekerja jika disalurkan kepada indra jasmani. Kerjanya tali rasa ini selalu memberi peringatan kepada roh jasmani, sehingga diterima oleh kita didalam buah pikiran tetapi sangat lemah dan seakan-akan itu tak berguna, lalu tidak diperhatikannya dan ini karena disebabkan banyak dipengaruh oleh akal pikirannya.

Saya contohkan ketika seorang sudah selesai sholat dan dzikir, tiba-tiba sekilas ada buah pikiran didalam qolbunya disuruh untuk kautsar-an. Dan bagi seorang yang awas hatinya ia akan segera melaksanakannya, karena ia tahu siapa yang telah memperintahkannya lewat pesan diqolbunya tiada lain adalah Guru Agung (mursyid) yg memberi sinyal-sinyal pesan pd Muridnya.
Tali rasa inilah yang bisa mengingat segala kejadian yg dikerjakan oleh pikiran dan panca indra lainnya. Tali Rasa ini

Ruh sebagai Pusat

Setiap bayi yang lahir memiliki tingkat kesucian, yang dapat diumpamakan sebuah kertas yang putih polos dan bersih.